Syaukan menjelaskan bahwa untuk harga komoditas saat ini di pasaran masih relatif stabil. Dia memastikan tak ada kenaikan harga komoditas dan saat ini masih berada dalam batas wajar terkendali, tidak terjadi lonjakan tajam yang merugikan konsumen.
“Sampai saat ini kondisinya masih sangat aman,” ungkapnya.
Syaukani juga memaparkan dua faktor utama penentu stabilitas pangan, yakni hasil produksi dan kelancaran distribusi. Berdasarkan pantauan tim Bulog, tidak ada laporan gagal panen di wilayah penyangga, serta akses jalur distribusi dari gudang ke pasar-pasar tradisional berjalan mulus tanpa hambatan berarti.
“Faktor cuaca dan distribusi adalah kuncinya. Syukurnya saat ini tidak ada laporan gagal panen, artinya pasokan dari sisi produksi aman. Kemudian jalur distribusi dari gudang kami ke titik penyaluran juga sangat lancar. Jadi meski permintaan tinggi, stok aman dan harga tetap terjaga,” tukasnya.
Kinerja Bulog dalam menjaga kestabilan pasokan ini pun mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Salah satu warga Kecamatan Rangkasbitung, Siti Aminah (42), mengaku merasa lega karena kebutuhan pokok tetap mudah didapatkan. Menurutnya, kehadiran Bulog sangat membantu agar harga di pasar tidak dimainkan oleh oknum tertentu.
“Alhamdulillah, saya belanja kebutuhan untuk persiapan Idul Adha tadi pagi, beras dan minyak masih gampang didapat, harganya juga tidak melambung tinggi seperti tahun-tahun lalu. Terima kasih untuk Bulog, kerjanya makin bagus dan bikin kami tenang. Negara benar-benar hadir menjaga kami,” ujar Siti dengan senang.
Hal senada juga disampaikan Jajang (38), warga Pandeglang. Ia berharap pengawasan dan ketersediaan stok ini terus dijaga agar stabilitas ekonomi di tingkat masyarakat tetap terjaga kondusif.
“Kami sangat diuntungkan adanya jaminan dari Bulog. Biasanya kalau mau hari besar, barang langka atau harga naik tajam. Tapi sekarang aman, stok ada. Terima kasih Bulog Lebak-Pandeglang, pelayanannya prima dan bikin nyaman warga,” ungkap Jajang.
