“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambah Ahmad Rizal.

Pemerintah menilai kombinasi antara penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP merupakan langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar. Dengan ketersediaan stok yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap kecukupan pasokan beras nasional.

BULOG juga memastikan seluruh cadangan beras pemerintah yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu guna mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Ahmad Rizal Ramdhani.

Di tempat terpisah, Pemimpin Cabang Perum BULOG Kantor Cabang Tangerang, Riki Pebriady, menjelaskan BULOG Cabang Tangerang terus memperkuat langkah stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras serta penggelontoran beras SPHP ke berbagai wilayah guna menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Tim monitoring SPHP Kantor BULOG Cabang Tangerang juga melakukan pemantauan harga pasar di sejumlah titik di wilayah Tangerang Raya, di antaranya Pasar Anyar Kota Tangerang, Pasar Cisoka Kabupaten Tangerang, dan Pasar Ciputat Kota Tangerang Selatan untuk memastikan ketersediaan stok beras serta menjaga agar harga tidak mengalami lonjakan, Minggu (7/6/2026).

Selain melakukan pengecekan harga pasar, tim BULOG Kantor Cabang Tangerang juga melakukan monitoring percepatan penyerapan gabah dan percepatan penyaluran bantuan pangan.

Per 7 Juni 2026, realisasi pengadaan GKP (Gabah Kering Panen) tercatat mencapai 45.098.698 kilogram atau 117,59 persen.

Sementara itu, realisasi Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret 2026 yang telah diterima masyarakat mencapai 11.442.420 kilogram beras dan 2.288.484 liter minyak atau 98,58 persen.

Adapun realisasi penyaluran beras SPHP untuk menjaga stabilitas harga beras sejak Maret hingga 7 Juni 2026 telah mencapai 1.674.590 kilogram. Sedangkan penyaluran Minyakita tercatat sebanyak 1.310.670 liter.