TeropongIstana.com Karawang – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pengembangan usaha ekonomi kreatif dan produktif Petani Pemakai Air (P3A) yang berada di Saluran Induk Tarum Utara, Seksi Telagasari, Daerah Irigasi Jatiluhur. Upaya ini dilakukan dengan menggelar Supervisi dan Monitoring Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Komponen B di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (18/8/22).
Langkah ini dilakukan dengan menyambangi langsung beberapa kelompok P3A yang berada di Kabupaten Karawang. Kelompok yang ditemui itu di antaranya P3A Pasir Talaga, P3A Mitra Galuh Sejahtera, P3A Dewi Sri, P3A Cisadane, dan P3A Srikandi Tanjung Satu. Dalam pertemuan itu, Tim Ditjen Bina Bangda berdialog langsung dengan para petani.

Baca juga : UPZ Kemendagri Salurkan Zakat kepada 300 Mustahik di Lingkup Kemendagri
Dalam kesempatan itu, Analis Kebijakan Ahli Muda selaku Sub-Koordinator Sub-Wilayah II Subdit Pekerjaan Umum Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) Ditjen Bina Bangda II Abdul Aziz menyampaikan tujuan supervisi dan monitoring tersebut. Selaku pembina program SIMURP, Ditjen Bina Bangda hendak memastikan lebih lanjut kinerja, progres, serta capaian dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) SIMURP Komponen B mengenai pemberdayaan dan pendampingan terhadap P3A.
Dia berharap, upaya pemberdayaan dan pendampingan tersebut dapat mengatasi serta meminimalkan kendala dan permasalahan dalam pengelolaan irigasi tersier yang menjadi kewenangan petani. “Serta mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam upaya peningkatan kinerja penyediaan layanan air irigasi bagi anggotanya, serta efisiensi dalam pemanfaatan air irgasi sehingga tercapai tujuan tata kelola yang lebih baik,” terang Aziz.
Dia menambahkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dinyatakan bahwa pembangunan di bidang irigasi diarahkan melalui modernisasi irigasi. Hal ini untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem irigasi serta penyediaan air agar komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi, yang diwujudkan melalui penerapan 5 pilar modernisasi irigasi. Pilar tersebut seperti penguatan kapasitas lembaga pengelola irigasi dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) petani.




