Akhirnya, pada tahun 2023, Aji melakukan konsolidasi dan menemukan beberapa orang yang juga bergelut dalam gerakan kemanusiaan, seperti Relawan Rumah Sejuk, Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) hingga 2024 juga tergabung Warung Pararegal Indonesia (WPI) alias Lembaga Bantuan hukum Pergerakan Mahasiswa Independent juga LBH ARB, LSM, juga Ratusan Media Online yang tergabung di Media Patner Indonesia yang siap untuk membantu masyarakat khususnya golongan warga kurang mampu di Banten khususnya di Kabupaten Lebak.

Selain itu, ia juga melakukan pertemuan dengan ketua Seni Kebudayaan yang mana adanya antusias untuk menyatukan visi dan misi di RPM. Selain segerakan sosial dan gerakan kemanusiaan, ia juga berharap RPM juga dapat menjadi wadah untuk melestarikan seni kebudayaan serta merealisasikannya, sehingga mampu memperkuat tradisi kebudayaan khususnya di Lebak Banten untuk tidak melupakan sejarah.

Dalam sambutannya, Aji Rosyad selaku pendiri RPM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu di RPM dengan tujuan bagaimana mengabdikan diri terhadap bangsa dan negara khususnya antar sesama manusia khususnya warga kurang mampu.

RPM tidak mempersoalankan status maupun profesi. Jika mereka siap bersatu, artinya keluarga besar yang menjadi anggoat RPM dapat mematuhi aturan AD ART yang sedang di rancang dan juga aturan baku di RPM. Selain itu, ketika bicara RPM, RPM adalah gabungan masyarakat bersatu yang mana memiliki masing-masing profesi di dalamnya. Tujuannya, berupaya menumbuhkan, menguatkan kebersamaan, kekeluargaan untuk saling peduli antar sesama.

Baca Juga 31 Maret 2025 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446  Minggu, 30 Maret 2025
31 Maret 2025 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446  Teropongistana.com Jakarta - Pemerintah Menetapkan 1 Syawal 1446H/2025 M Jatuh Pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan Ini Didasarkan Pada Keputusan Sidang Isbat Yang Dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, Di Kantor Kementerian Agama, Jalan Mh Thamrin No. 6, Jakarta, Sabtu (29/3/2025). “Sidang Isbat Secara Bulat Menetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh Pada Hari Senin, 31 Maret 2025,” Ujar Menag Dalam Konferensi Pers Yang Digelar Usai Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H. Menurut Menag, Sidang Menyepakati Keputusan Tersebut Karena Dua Hal. &Amp;Quot;Pertama, Kita Telah Mendengar Paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag Posisi Hilal Hari Ini Di Seluruh Indonesia Masih Di Bawah Ufuk Dengan Ketinggian Berkisar Minus 3 Derajat 15,47 Detik Sampai Minus 1 Derajat 4,57 Detik. Dengan Sudut Elongasi Berkisar 1 Derajat 12,89 Detik Hingga 1 Derajat 36,38 Detik,&Amp;Quot; Kata Menag. &Amp;Quot;Secara Hisab, Data Hilal Pada Hari Ini Belum Memenuhi Kriteria Visibilitas Hilal Mabims,&Amp;Quot; Imbuhnya. Artinya, Secara Hisab Posisi Hilal Di Indonesia Saat Sidang Isbat Awal Syawal 1446 H, Tidak Ada Yang Memenuhi Kriteria Baru Yang Ditetapkan Mabims (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Dan Singapura). Diketahui, Bahwa Menteri Agama Anggota Mabims Menyepakati Kriteria Baru Yaitu Tinggi Hilal 3 Derajat Dan Sudut Elongasi 6,4 Derajat. Dengan Posisi Demikian, Lanjut Menag, Maka Secara Astronomis Atau Hisab, Hilal Tidak Dimungkinkan Untuk Dilihat. Hal Ini Selanjutnya Terkonfirmasi Oleh Pernyataan Para Perukyah Yang Diturunkan Kemenag. Pada Tahun Ini, Rukyah Dilaksanakan Kemenag Pada 33 Lokasi Di Indonesia. &Amp;Quot;Kita Mendengar Laporan Dari Sejumlah Perukyah Hilal Yang Bekerja Di Bawah Sumpah, Mulai Dari Aceh Hingga Papua. Di 33 Titik Tersebut, Tidak Ada Satu Pun Perukyah Dapat Melihat Hilal,&Amp;Quot; Ujar Menag Yang Didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi'I, Ketua Komisi Viii Dpr Marwan Dasopang, Ketua Mui Kh Asrorun Niam, Dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad. Karena Dua Alasan Tersebut, Sidang Isbat Menyepakati Untuk Mengistikmalkan (Menyempurnakan) Bulan Ramadan Menjadi 30 Hari Sehingga 1 Syawal 1446 H Jatuh Pada Hari Senin, 31 Maret 2025. &Amp;Quot;Jadi, Minggu Besok Umat Islam Di Indonesia Masih Akan Menjalani Ibadah Puasa Ramadan, Selanjutnya Malam Senin Akan Takbiran Menyambut Idulfitri,&Amp;Quot; Jelas Menag. Menurut Menag, Umat Islam Di Indonesia Perlu Bersyukur Dengan Ramadan Dan Syawal Yang Terjadi Tahun Ini, Di Mana Seluruh Elemen Masyarakat Bisa Mengawali Dan Mengakhiri Dengan Waktu Yang Sama. &Amp;Quot;Alhamdulillah Satu Keberuntungan Bangsa Indonesia, Tahun Ini Awal Ramadannya Sama Dan Alhamdulillah Lebarannya Pun Sama,&Amp;Quot; Tutur Menag. &Amp;Quot;Mudah-Mudahan Keputusan Ini Merupakan Sarana Untuk Umat Islam Di Indonesia Agar Tetap Menjaga Toleransi Dan Kebersamaan, Baik Dalam Menjalankan Ibadah Maupun Dalam Bermasyarakat Di Dalam Naungan Tanah Air Yang Sama,&Amp;Quot; Sambungnya. Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H Ini Digelar Secara Luring Dan Dihadiri Perwakilan Ormas Islam, Perwakilan Duta Besar Negara Sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, Serta Para Pejabat Eselon I Dan Ii Kementerian Agama.

“Saya mengajak seluruh masyarakat silahkan bergabung di RPM dengan mentaati aturannya serta satu visi dan misi untuk bagaimana kita dapat bermanfaat bagi sesama,”ujarnya.

RPM, kata Aji saat ini akan di bentuk di seuluruh Kabupaten Lebak, setelah itu akan menjaring ke Banten dan bahkan ke Jakarta yang bersipat nasional.

“Itulah impian kami. Karena, saya selalu berpegang teguh, sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesama. Inilah bentuk upaya kami di keluarga besar RPM,”katanya.

Lanjut Aji, RPM juga tidak ada kedudukan yang tinggi, adapun sebagai stukturisasi seperti ketua umum, sekjen dan bendahara hanyalah amanah dari keluarga besar RPM hasil musyawarah dan mufakat bersama.

“Dimana kemudian, semoga kedepan ada dewan adat, kaspuhan, tokoh independent yang menjadi orang tua kami untuk bagaimana kami terus berjuang bersama-sama dalam upaya pengabdian diri dalam kegiatan hal yang positif dan baik,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Diskominfo Lebak yang menghadiri Sihabudin mengapresiasi dan mendukung langkah RPM dan adanya RPM di Kabupaten Lebak dengan tujuan untuk membantu masyarakat. Ia juga mengaku merasa senang atas undangan dari RPM yang mana RPM adalah Relawan yang juga siap untuk bermitra dengan pemerintah daerah dalam memajukan daerah Lebak.

Baca Juga Prabowo dan Jokowi Adu Kuat Dipanggung Kekuasaan Jumat, 28 Maret 2025
Prabowo Dan Jokowi Adu Kuat Dipanggung Kekuasaan Teropongistana.com Jakarta - Politikus Senior Pdip, Beathor Suryadi, Mengemukakan Analisis Tajam Terkait Dinamika Kekuasaan Di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Sosok Yang Paling Berpotensi Mengguncang Stabilitas Prabowo, Bahkan Menurunkannya Dari Kursi Presiden, Adalah Joko Widodo. Jokowi Dan Jaringan Kekuasaannya Meskipun Tidak Lagi Menjabat Sebagai Presiden, Jokowi Masih Memiliki Pengaruh Politik Yang Kuat. Ia Tetap Didukung Oleh Jutaan Loyalis, Memiliki Akses Terhadap Dana Besar, Serta Dekat Dengan Oligarki Dan Elite Politik Nasional. Jaringan Ini Diperkuat Dengan Hubungan Eratnya Dengan Pimpinan Partai Politik, Termasuk Yang Tergabung Dalam Koalisi Prabowo, Serta Kedekatannya Dengan Pimpinan Tni-Polri. Keberadaan Gibran Rakabuming Raka Sebagai Wakil Presiden Juga Menambah Dimensi Baru Dalam Dinamika Kekuasaan. Gibran, Sebagai Putra Jokowi, Dianggap Sebagai Perpanjangan Tangan Politik Sang Ayah Di Istana. Dengan Kombinasi Faktor Ini, Prabowo Dinilai Harus Tetap Menjaga Hubungan Baik Dengan Jokowi Agar Dapat Menjalankan Pemerintahan Dengan Stabil Hingga 2029. Dinamika Ekonomi Dan Pertemuan Intensif Situasi Ekonomi Yang Semakin Menantang Membuat Pertemuan Antara Prabowo Dan Jokowi Semakin Sering Terjadi. Selain Membahas Kebijakan Nasional, Pertemuan-Pertemuan Ini Diduga Juga Berkaitan Dengan Akses Terhadap Sumber Daya Keuangan Yang Masih Dikendalikan Oleh Mantan Presiden Tersebut. Namun, Apakah Jokowi Benar-Benar Masih Menjadi Kingmaker Yang Dapat Menentukan Arah Pemerintahan? Ataukah Prabowo Akan Menemukan Cara Untuk Memperkuat Posisinya Tanpa Berada Dalam Bayang-Bayang Jokowi? Hingga Saat Ini, Belum Ada Tanggapan Resmi Dari Istana Terkait Pernyataan Beathor Suryadi. Namun, Perkembangan Politik Ke Depan Akan Semakin Menarik Untuk Disimak, Terutama Terkait Bagaimana Hubungan Jokowi Dan Prabowo Dalam Menjaga Keseimbangan Kekuasaandiindonesia.

“Terimkasih atas undangannya, kami mengapresiasi sekaligus mendukung langkah teman-teman semua. Apalagi ini untuk kegiatan sosisal juga kemanusiaan, semoga RPM maju dan lebih berkembang,”ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Kesbangpol Kabupaten Lebak H. Rudi juga merasa bangga dengan adanya RPM. Namun, meski begitu kata ia, RPM harus segera mengurus administrasi seperti menyerahkan stuktur kepengurusan, AD ART dan Kemenkumham/ Badan Hukum yang sudah ditentukan oleh pemerintah dalam berorganisasi sesuai aturan yang berlaku.

“Kami harap RPM juga ketika sudah siap segera memberikan kepengurusan, sehingga kedudukan organisasi itu resmi sesuai aturan yang berlaku. Semoga RPM Maju dan menjalankan amanah sesuai tujuan dan visi misi yang sudah ada di RPM,”harapnya.

Setelah kegiatan berlangsung penunjukan Ketua Umum sementara yang diserhakan kembali kepada Aji Rosyad, dan dilanjutkan pembacaan Prorgram Kerja RPM serta visi misi RPM. Kemudian dilanjutkan penutup doa bersama.

Selanjutnya, RPM akan melakukan pertemuan kembali dengan waktu yang akan ditentukan hasil musyawarah bersama.

Sekedar informasi, RPM juga sudah menjaringa kekelurgaan anggota di Lebak, beberapa anggota keluarga di Banten, Kabupaten Serang, dan juga di Jakarta.