Teropongistana.com Jakarta – Pasca Kongres X di Mataram, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) langsung tancap gas. Ketua Umum Yoga Aldo Novensi dan Sekretaris Jenderal Riski Oktara Putra, bersama jajaran kolektif, beraudiensi dengan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, M.Si., untuk mendorong realisasi agenda reformasi perpajakan.

LMND membawa mandat kongres yang salah satunya sejalan dengan tuntutan 17+8, di mana salah satu poin penting adalah penerapan pajak kekayaan (wealth tax).

Dalam pertemuan tersebut, LMND menegaskan bahwa kegagalan negara mengatasi ketimpangan telah memicu gelombang protes rakyat dalam dua pekan terakhir.

“Kalau rakyat terus diperas lewat PPN dan pajak konsumsi, sementara orang super kaya aman dengan harta triliunan yang mengendap, itu namanya negara pilih kasih. Pajak kekayaan adalah koreksi yang harus segera dijalankan,” ujar Yoga, Rabu (10/9/2025).

Menurut LMND, struktur ekonomi Indonesia hari ini sudah berada di titik yang rawan. Laporan Oxfam 2024 mencatat, kekayaan empat orang terkaya di Indonesia setara dengan harta 100 juta rakyat termiskin. Di sisi lain, harga pangan melonjak, biaya kesehatan makin berat, dan lapangan kerja semakin sempit.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ketimpangan ekstrem inilah yang jadi bahan bakar kemarahan rakyat. Pajak kekayaan bisa jadi jaring pengaman agar krisis sosial tidak meledak lebih jauh,” tambah Riski, Sekretaris Jenderal LMND.