“Alhamdulillah, dari pukul 02.30 WIB pagi kami sudah mulai memasak untuk persiapan MBG ini. Memang capai tetapi senang, karena bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan MBG. Semoga program ini bisa terus berjalan,” jelas Ibu Mira.

Diakui Mira, untuk orang tua dan tim komite sekolah, juga ikut terlibat dalam mempersiapkan bahan-bahan yang akan di olah, mereka ada yang ikut mengupas dan membersihkan sayuran, menyiapkan bumbu dan juga menyiapkan makanan serta mengatur pembagian makanan kepada anak-anak. Semua yang bertugas disini diharuskan memakai sarug tangan, celemek dan kelengkapan lain, untuk menjaga kebersihan makanan.

Disisi lain Mira juga mengungkapkan bahwa para pedagang yang diberdayakan sebagai petugas Dapur Sekolah pada prinsipnya tidak masalah yang terpenting harus tetap diperhatikan konpensasinya, sehingga tetap ada pemasukan walaupun tidak berdagang pada hari itu.

Uji coba pelaksanaan Dapur Sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis yang di laksanakan di SD N 01 Menteng, Jakarta Pusat, dengan pendampingan Tim Konsultan Mahardika Paripurna Media, berjalan lancar.

Dengan melibatkan pedagang kantin sekolah untuk bertugas sebagai Tim Dapur Sekolah, dan orang tua atau komite sekolah juga ikut terlibat sehingga secara tidak langsung ikut mengawasi mulai dari proses penyiapan bahan yang akan di olah sampai makanan yang siap disajikan, dan makanan yang disajikan terlihat masih fresh dan hangat, sehingga disukai anak-anak.

Dari berbagai testimoni di lapangan, Dapur Sekolah bisa menjadi contoh alternatif bagi sekolah lain, yang masih ragu terhadap MBG berbasis dapur sekolah.