“Namun, Pemerintah Daerah tetap bisa mendukung fasilitasi dalam bentuk sosialisasi, mendorong partisipasi masyarakat, serta berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI),” jelasnya.

Karena itu, kerja sama Pemkot Sukabumi dengan Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa (YPPDB) dilakukan dalam kerangka aturan. Kerja sama tersebut mengacu pada PP Nomor 28 Tahun 2018 tentang kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga, yang tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemenuhan pelayanan publik.

Baca Juga367 Pelaku UMK Kota Sukabumi Terima Qardhul HasanMinggu, 21 September 2025
Sosialisasi dan Penyaluran Manfaat Wakaf, Penyerahan Sertifikat Halal, serta Santunan Anak Yatim

“Sehingga ruang lingkup yang diatur dalam kerja sama tersebut salah satu titik tekannya adalah terkait sosialisasi dan literasi mengenai wakaf uang, selain juga mengenai pengumpulan dan penyaluran hasil manfaat wakaf uang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyediaan layanan umum bagi masyarakat Kota Sukabumi,” tambahnya.

Lebih jauh, Yudi memaparkan, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi pemicu peningkatan literasi masyarakat mengenai wakaf, mendorong lahirnya nadzir baru, serta memastikan hasil wakaf kembali kepada warga Sukabumi dalam bentuk nyata di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan sosial.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kemenag, dan MUI Kota Sukabumi yang tengah memperkuat kelembagaan nadzir dengan melibatkan berbagai organisasi Islam. Pemkot pun mendukung penuh dengan memfasilitasi sertifikasi calon nadzir baru agar pengelolaan wakaf semakin profesional.

Terkait isu yang berkembang, Yudi menegaskan bahwa tidak ada konflik kepentingan dalam program wakaf ini. Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki telah mengundurkan diri dari YPPDB jauh sebelum dilantik sebagai wali kota, dan pengunduran diri tersebut sudah sah secara hukum melalui akta perubahan. Dengan demikian, posisi beliau kini sepenuhnya berfokus pada tugas sebagai wali kota untuk melayani masyarakat.

“Pengunduran diri tersebut sudah disahkan dalam akta perubahan, sehingga tidak tercatat sebagai pengurus ataupun pembina YPPDB,” tegasnya.

Di akhir penjelasannya, Yudi menyampaikan bahwa Wali Kota Sukabumi berharap program wakaf dipahami sebagai jalan kebaikan bersama. Wakaf diharapkan menjadi sumber manfaat berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memajukan kota, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat Sukabumi.