Teropongistana.com SAMPANG – Proyek jalan rabat beton yang dibiayai Dana Desa (DD) 2023 di Desa Bajrasokah, Sampang, kini rusak parah. Dengan anggaran Rp233 juta, kejanggalan harga satuan dan kualitas material yang buruk memicu dugaan kuat adanya mark-up serta penyimpangan teknis dalam pelaksanaannya.

Kondisi fisik jalan di Dusun Setran Timur, Kecamatan Kedungdung, yang baru dibangun lebih dari setahun lalu kini sangat memprihatinkan. Permukaan beton di berbagai titik terlihat retak, terkelupas, hingga hancur, menimbulkan pertanyaan mendasar dari warga mengenai kualitas pekerjaan yang tidak sepadan dengan nilai proyek yang fantastis.

Kejanggalan Angka: Harga Proyek Jauh di Atas Standar Investigasi pada dokumen proyek mengungkap sejumlah data yang menjadi pangkal persoalan. Dengan anggaran total Rp233.377.500, proyek ini menghasilkan harga satuan pekerjaan yang tidak wajar.

Panjang Jalan : 162 meter
Lebar : 2,5 meter
Tebal : 17 sentimeter
Total Volume Beton : ± 68,85 m³
Harga Satuan Proyek : Rp3.390.000 per meter kubik

Angka tersebut hampir dua kali lipat lebih tinggi dari standar harga satuan pekerjaan beton di Kabupaten Sampang, yang umumnya berada di rentang Rp1,2 juta hingga Rp1,8 juta per meter kubik. Selisih harga yang ekstrem ini mengindikasikan adanya potensi penggelembungan anggaran secara signifikan.

Jika mengacu pada harga wajar tertinggi (Rp1,8 juta/m³), potensi kelebihan pembayaran pada proyek ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp109 juta, atau hampir separuh dari total nilai proyek.