Teropongistana.com Sorong – Lembaga Bantuan Hukum Selalu Ada Gerakan untuk Umat (LBH SAGU) mempertanyakan klaim progres 80 persen pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong yang disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Radiah Sahid, melalui salah satu media pada Senin, 15 Desember 2025.
Sekretaris LBH SAGU, Alexander Sagey, S.H., menegaskan bahwa klaim tersebut tidak sejalan dengan kondisi fisik bangunan yang terlihat langsung di lokasi proyek.
“Kami turun langsung ke lokasi proyek dan melihat sendiri kondisi bangunan. Secara kasat mata, progres fisik pekerjaan belum mencerminkan angka 80 persen sebagaimana yang diklaim. Ini tentu menimbulkan pertanyaan serius,” ujar Alexander kepada media, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, klaim progres pekerjaan seharusnya didasarkan pada capaian fisik riil di lapangan, bukan hanya laporan administratif atau dokumen internal semata.
“Progres itu harus bisa dilihat dan diukur secara fisik. Kalau hanya berdasarkan laporan di atas kertas, sementara fakta lapangan berbeda, maka itu berpotensi menyesatkan dan merugikan keuangan negara,” tegasnya.
LBH SAGU menilai pernyataan bahwa sisa pekerjaan hanya tinggal 20 persen juga perlu dipertanyakan. Pasalnya, masih terlihat sejumlah pekerjaan struktural dan pekerjaan pendukung yang belum diselesaikan secara optimal.