Teropongistana.com Lebak – Di tengah kesibukan masyarakat yang mulai memasuki masa persiapan menyambut bulan suci Ramadan – mencari kebutuhan pokok, membersihkan rumah, dan menyusun anggaran untuk keperluan keluarga. Ada kelompok warga di Kabupaten Lebak yang memilih fokus pada hal lain.

Mereka tidak sibuk berbelanja atau merapikan rumah, melainkan berkumpul dengan alat berat sederhana dan tangan kosong untuk memperbaiki jalan yang sudah lama rusak parah.

Sekedar informasi, ruas Jalan Poros Kerta–Pasirbuntu yang menghubungkan Kabupaten Lebak dan Pandeglang bukan hanya sekadar jalan. Bagi ribuan warga di Desa Karangpamidangan, Kecamatan Wanasalam, dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, jalan sepanjang 11 kilometer tersebut adalah urat nadi kehidupan mereka.

Setiap hari, jalan ini digunakan untuk membawa hasil bumi ke pasar, mengantar anak-anak ke sekolah, dan menghubungkan keluarga yang tinggal di dua kabupaten berbeda. Namun belakangan ini, kondisi jalan semakin memprihatinkan – lebih dari 2 kilometer bagian terparah penuh dengan lubang dan permukaan yang bergelombang, membuat perjalanan menjadi sulit bahkan berbahaya.

Keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan di Pemerintah Kabupaten Lebak membuat perbaikan tidak bisa dilakukan secara maksimal. Saat itu, Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah datang berdialog dengan masyarakat.

Ia menjelaskan kondisi keterbatasan dana dengan jujur, tanpa basa-basi. Daripada hanya mengeluh atau menunggu bantuan yang tak jelas kapan datang, warga sepakat untuk bergerak sendiri.