“Ini bukan masalah sepele. Publik berhak menilai: apakah ini karena keterbatasan kapasitas, atau memang ada kegagalan dalam mengelola prioritas?” tegasnya.

Ia menambahkan, kepemimpinan yang efektif seharusnya tercermin dari berkurangnya skala masalah setiap tahunnya. Namun, ketika angka pengangguran dan kemiskinan masih stagnan di angka yang tinggi, ia menilai wajar jika arah kebijakan pemerintah saat ini dipertanyakan.

Menanti Jawaban Nyata

Kritik ini menjadi alarm bagi Pemkab Serang untuk melakukan evaluasi total terhadap efektivitas program-program unggulan mereka. Abah Elang menekankan bahwa tanggung jawab atas carut-marutnya persoalan dasar ini sepenuhnya berada di pundak pimpinan daerah.

“Tanggung jawab itu ada pada kepemimpinan. Bukan untuk disangkal atau ditunda, tetapi untuk dijawab secara nyata melalui perubahan kondisi di masyarakat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta tanggapan dari pihak Pemerintah Kabupaten Serang terkait data pengelolaan sampah dan capaian target pengentasan kemiskinan yang dipersoalkan tersebut.