Teropongistana.com Pandeglang – Aroma penyimpangan menyeruak dalam pelaksanaan pelatihan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pandeglang. Proyek yang menelan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 senilai hampir Rp4,9 miliar ini diduga menjadi ajang bancakan oleh oknum tertentu dengan menggandeng pihak ketiga yang memiliki rekam jejak meragukan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 326 desa di Kabupaten Pandeglang diwajibkan menyetor dana sebesar Rp15 juta per desa. Total dana yang terkumpul mencapai Rp4.890.000.000, yang dikelola oleh PT Garuda Solusi Kreatif (GSK) sebagai Event Organizer (EO).

Fasilitas Minim, Kantor Bak “Gudang Mati”
Ketidakpuasan meledak di kalangan peserta saat pelatihan digelar di Hotel Mutiara Carita. Fasilitas, konsumsi, hingga uang saku yang diterima dinilai jauh dari nilai Rp15 juta yang telah dibayarkan setiap desa.

“Kami mendukung program Presiden, tapi kami menuntut transparansi. Pelatihan ini tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan. Ini uang negara, harus dikelola dengan benar,” tegas Entis Sumantri, Koordinator Lapangan Forum KDMP Pandeglang.

Ironi semakin tajam saat penelusuran dilakukan ke kantor PT GSK di kawasan Cikokol, Kota Tangerang. Alih-alih menemukan kantor konsultan profesional, ruko di Blok H Nomor 36 tersebut tampak kusam dan minim aktivitas. Informasi dari karyawan di lokasi menyebutkan bahwa PT GSK sebenarnya bergerak di bidang vendor penyewaan peralatan acara seperti videotron dan robot, bukan lembaga pengembangan kapasitas koperasi.

“Bos jarang ke sini, ini lebih banyak buat gudang. Karyawan lebih banyak kerja remote,” ujar Irfan, salah satu karyawan di lokasi.