Teropongistana.com Lebak – Satu dari ke empat wartawan di kabupaten Lebak menceritakan, hari itu mereka hanya datang ke salah satu SD Negeri di wilayah Gunungkencana. Tujuannya sederhana: bersilaturahmi. Kegiatan belajar mengajar sudah selesai, siswa-siswi sudah pulang, dan suasana sekolah sudah sepi.

“Tidak ada transaksi, tidak ada penawaran seragam, apalagi pungutan. Kami hanya ngobrol biasa,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).

Setelah itu mereka sempat singgah ke kantor Koordinator Wilayah (Korwil) untuk berbincang santai. Sebelum pulang, mereka berfoto bersama, sekadar kenang-kenangan.

Iklan

Tak ada yang menyangka, foto itulah yang kemudian menjadi awal petaka.

Beberapa waktu kemudian, ponsel mereka dipenuhi pesan dari kenalan, kerabat, bahkan keluarga. Foto mereka beredar dengan narasi tudingan serius: mencatut nama bupati.

“Anak saya sampai menangis di rumah karena teman-temannya bilang bapaknya penipu,” kata salah satu dari mereka dengan suara bergetar.